Breaking News: " Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) "

PROSES TEKNOLOGI ELECTRONIC REGISTRATION AND IDENTIFICATION PADA PELAYANAN REGIDENT RANMOR

by LANTAS - 23 November 2020 189 Views
IMG

Implementasi program Electronic Registration and Identification (ERI) adalah suatu terobosan investasi visioner jangka panjang berbasis teknologi informasi yang dapat menciptakan sistem registrasi dan identifikasi kendaraan secara sinergi, terintegrasi, ilmiah, valid dan akurat. Pada hakekatnya penerapan sistem ERI yang akan dibangun menjadi standard kelayakan nasional dibidang registrasi kendaran bermotor oleh Korlantas Polri yang memiliki 6 (enam) keunggulan utama yaitu: 1) Cepat dan tepat yaitu waktu pelayanan administrasi kendaraan bermotor cepat dengan data yang tepat; 2) Mudah yaitu sistem ERI mudah diakses dan mudah dioperasionalkan; 3) Bersifat real time yaitu data tersimpan secara elektronik dan dapat diakses secara real time; 4) Akuntabel yaitu produk yang dihasilkan dapat dipertanggung jawabkan secara transparan dan akuntabel; 5) Efisien yaitu sistem ERI menghemat penggunaan jumlah SDM yang diperlukan untuk memberikan pelayanan regident ranmor; 6) Integrated yaitu data kendaran bermotor terkoneksi antara Polres, Polda dan Korlantas Polri

 

dokumen-dokumennya maupun fisik kendaraan bermotornya (cek fisik). Di samping itu aspek penyelenggaraan regident kendaraan bermotor di Indonesia juga berkaitan sebagai fungsi kontrol. Mengapa demikian karena kendaraan bermotor akan dioperasionalkan di jalan raya dapat merusak, menghambat bahkan mematikan produktifitas. Dan juga sebagai alat bukti atau upaya paksa sebagai jaminan dalam penegakkan hukum. Pada masa yang akan datang sebagai bagian dari Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Adapun kaitannya dengan fungsi forensik Kepolisian adalah karena kendaraan bermotor bisa atau bahkan sering digunakan atau sebagai alat kejahatan atau kriminalitas yang dapat mengganggu atau merusak keteraturan sosial (Kamtibmas). Sebagaimana diketahui bahwa dengan perkembangan pesat dan masifnya teknologi khususnya di bidang transportasi, komunikasi dan informasi berimplikasi positif dan negati yang salah satunya memberi ruang kesempatan yang cukup luas bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak pidana. Adapun fenomena perbuatan Pidana yang berhubungan dengan kendaraan bermotor, relatif bervariatif, komplek dan rumit dalam pembuktiannya seperti pencurian, pemalsuan surat-surat kepemilikan kendaraan, pemusnahan nomor rangka dan sebagainya. Tindak pidana yang berhubungan dengan kendaraan tentunya menjadikan masyarakat tidak memperoleh kenyamanan dan keamanan, oleh karena itu tindak pidana dalam segala bidang harus diminimalkan. Salah satunya dalam mempermudah proses klaim asuransi baik dalam hal kecelakaan lalu lintas maupun aspek kepemilikan kendaraan bermotor.(Ciruas 23.11.2020)

Pumas Polres Serang